Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia.
Dalam agama Hindu dikenal sistem kasta, yaitu penggolongan manusia berdasarkan profesi atau pekerjaannya.
1. Brahmana adalah kaum ahli agama Hindu.
2. Ksatria yaitu golongan prajurit dan bangsawan.
3. Waisya yaitu para pedagang.
4. Sudra yaitu orang-orang miskin atau pemulung sebagai kasta terendah dalam masyarakat pada masa itu.
Siapa yang membawa agama Hindu-Budha dibawa ke Indonesia (Nusantara) masih menjadi perdebatan hingga hari ini. Kita hanya mempunyai beberapa teori yang memperkirakan siapa yang membawa agama dan ajaran ini ke Indonesia antara lain:
1. Teori Brahmana : Teori ini dikemukakan oleh Jc.Van Leur yang menyatakan bahwa agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang datang ke Indonesia dibawa oleh golongan Brahmana (golongan ahli agama) yang sengaja diundang oleh penguasa Indonesia.
2. Teori Ksatria: Teori ini berpendapat bahwa penyebaran kebudayaan Hindu-Budha yang dilakukan oleh golongan ksatria. Pendukung teori ini percaya bahwa kaum Ksatria yang ada di India Selatan sedang ada dalam sebuah konflik. Para kaum Ksatria yang kalah akhirnya mencari tempat baru, termasuk Indonesia untuk mendirikan kerajaan baru.
3. Teori Waisya: Teori ini dikemukakan oleh NJ. Krom yang menyatakan bahwa golongan Waisya (pedagang) merupakan golongan terbesar yang berperan dalam menyebarkan agama dan kebudyaan Hindu-Budha. Perdagangan yang membutuhkan waktu lama, membuat para pedagang harus menetap untuk sementara di Indonesia. Ketika itulah mereka berdagang sambil menyebarkan agama Hindu-Budha.
4. Teori Arus Balik: Teori ini dikemukakan oleh F.D.K Bosch yang menjelaskan peran aktif orang-orang Indonesia dalam penyebaran kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia. Menurut Bosch, yang pertama kali datang ke Indonesia adalah orang-orang India yang memiliki semangat untuk menyebarkan Hindu-Budha. Karena pengaruhnya itu, ada di antara tokoh masyarakat yang tertarik untuk mengikuti ajarannya. Pada perkembangan selanjutnya, banyakorang Indonesia sendiri yang pergi ke India untuk berziarah dan belajar agama Hindu-Budha di India. Sekembalinya di Indonesia, merekalah yang mengajarkannya pada masyarakat Indonesia yang lain.
Salah satu peninggalan terbesar kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia adalah sistem Kerajaan.
KERAJAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA
1. Kerajaan Sriwijaya.
Sampai hari ini belum diketahui di mana lokasi pastinya kerajaan ini. Para ahli masih berdebat tentang lokasi tersebut, sebagian besar mengatakan di Palembang, dan sebagian besar lagi mengatakan di Jambi. Sumber sejarah tentang kerajaan ini bisa kita temukan dari berita China dan Arab, di samping Candi dan prasasti tentunya. Berita China ini didasarkan pada pengalamanseorang China yang pernah tinggal antara tahun 685-689 M di Sriwijaya bernama I-Tsing yang menurut beberapa sumber belajar agama Budha di Sriwijaya. Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang menggantungkan kehidupan perekonomiannya pada perdagangan dan pelayaran. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahanBalaputradewa. Namun pada perkembangannya kerajaan ini mengalami kemunduran pada abad ke 13 Masehi (M), yang diakibatkan oleh beberapa hal antara lain:
A. Serangan dari Kerajaan Colamandala (India)
B. Serangan Majapahit.
C. Banyak wilayah jajahan Sriwijaya yang melepaskan diri
D. Pusat Sriwijaya berpindah dan tidak lagi dekat dengan pantai.
2. Mataram Kuno.
Kerajaan Mataram Kuno pernah dipimpin oleh dua Dinasti dengan agama yang berbeda. Dinasti pertama adalah Sanjaya yang beragama Hindu.Pengganti raja Sanjaya adalah Rakai Panangkaran. Nama Rakai Panangkaran ditulis setelah Sanjaya dalam dalam prasasti Kedu/Balitung. Prasasti Kedu/Balitung memuat silsilah raja-raja keturunan Sanjaya yang dikeluarkan oleh Dyah Balitung pada tahun 907 M, atau ratusan tahun sejak masa kehidupan Rakai Panangkaran. Prasasti lain yang ditemukan adalah prasasti Kalasan tahun 778 M yang berasal dari zaman Rakai Panangkaran yang disebutkan Rakai Panangkaran menghadiahkan sebidang tanah dan membangun candi Budha untuk memuja Dewi Tara. Candi ini dikenal dengan sebutan Candi Kalasan.
Dinasti Sailendra yang beragama Budha diyakini sebagai pendiri Candi Borobudur pada zaman Raja Samaratungga. Sedangkan dinasti Sanjaya diyakini pula sebagai pendiri Candi Prambanan, yang dibangun oleh Raja Rakai Pikatan dan istrinya Pramodhawardhani (putri raja Samaratungga dari dinasti sailendra). Pernikahan politik antara Rakai Pikatan dan Promodhawardhani bertujuan untuk menjaga perdamaian antara dua agama yaitu Hindu dan Budha.
Selain dinasti Sanjaya dan Sailendra ada satu Dinasti lain yang berkembang karena konflik berkepanjangan antara 2 dinasti awal. Dinasti baru ini bernama Ishana (Isyana) yang didirikan oleh Raja Mataram Mpu Sindok. Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur karena beberapa hal yaitu:
A. Terjadi wabah penyakit.
B. Letusan Gunung berapi.
C. Menghindari ancaman serangan dari kerajaan lain terutama Sriwijaya.
D. Mencari daerah lain yang lebih subur dan lebih banyak aliran sungainya.
3. Kerajaan besar Majapahit.
Sebelum kita masuk dalam pembahasan Majapahit mari kita lihat dulu kisah tentang Kediri dan Singosari dimulai dari Kediri.
Kediri merupakan sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh keturunan Airlangga. Pada zamannya, Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua yaitu Panjalu dan Jenggala, untuk menghindari perang saudara antara kedua putranya. Pada perkembangannya, ketika Airlangga wafat, kedua putranya akhirnya berperang untuk memperebutkan tahta Airlangga. Konflik ini akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Panjalu yang lebih dikenal dengan nama Kediri.
Kerajaan Kediri hancur ketika raja terakhirnya yaitu Kertajaya tewas dalam Peristiwa Ganter 1222. Pada peristiwa itu, Kertajaya tewas di tangan seorang Ken Arok yang dibantu oleh kaum Brahmana dari Kediri yang menolak menyembah Kertajaya sebagai dewa. Dengan demikian berakhirlah riwayat Kerajaan Kediri. Kemenangan Ken Arok dalam perang Ganter tersebut membuat dia dipercaya menjadi pemimpin (raja) di kerajaan yang didirikannya yaitu Singosari. Pada masa pemerintahan Kertanegara, Singosari mengalami masa kejayaannya. Kertanegara terkenal akan kebijakan politik luar negerinya yang hebat. Dia bercita-cita ingin menyatukan nusantara di bawah kekuasaan Singosari. Kertanegara juga membuat kebijakan dalam negeri untuk melanggengkan kekuasaanya antara lain:
1. Mengangkat Jayakatwang sebagai Raja kecil di Kediri
2. Mengambil Raden Wijaya sebagai menantu.
3. Memperkuat angkatan Perang Singosari. Semua ini dilakukan agar Singosari menjadi Kerajaan yang besar dan ditakuti.
Kertanegara juga dikenal pernah mengirimkan sebuah ekspedisi ke utara yang dikenal dengan istilah Ekspedisi Pamalayu yang bertujuan untuk menangkal/menahan serangan dari Pasukan Kubilai Khan, Raja Kerajaan Mongol di utara . Ekspedisi ini dipimpin oleh Kebo Anabrang. Pada perkembangannya, Campa akhirnya jatuh ke tangan Mongol dan Kubilai Khan mengirimkan utusan ke Singasari untuk meminta pengakuan Kertanegara atas kekuasaan Kubilai Khan. Kertanegara menolak untuk tunduk terhadap Mongol, bahkan dia melukai utusan tersebut.
Kubilai Khan tidak menerima perlakuan Kertanegara tersebut. Dia akhirnya mengirimkan pasukan untuk menyerang Kertanegara, ketika pasukan itu tiba, Kertanegara sudah tewas di tangan Jayakatwang. Namun dengan cerdik,Raden Wijaya, menantu Kertanegara memanfaatkan pasukan tersebut untuk menyerang Jayakatwang. Pasukan Mongol (Tartar) itu tidak tahu menahu tentang terbunuhnya Kertanegara. Penyerangan itu akhirnya berhasil, dan mereka menawan Jayakatwang. Namun lagi-lagi dengan cerdiknya, Raden Wijaya berhianat dan menyerang balik tentara Mongol tersebut. Ribuan tentara Mongol tewas dan sisanya kembali ke negaranya. Jayakatwang akhirnya dibunuh oleh Raden Wijaya.
Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan baru dengan nama Majapahit. Raden Wijaya digantikan oleh Jayanegara. Pada masa Jayanegara berkuasa terjadi pemberontakan seperti yang dilakukan oleh Ranggalawe dan Lembu Sora yang merupakan orang-orang kepercayaan raja. Jayanegara kemudian digantikan oleh Tribnuwanatunggadewi. Pada saat Tribuwanatunggadewi berkuasa, Gajah Mada yang pada zaman Jayanegara berhasil menyelamatkan raja dari berbagai pemberontakan diangkat menjadi Mahapatih (seperti Perdana Menteri zaman sekarang). Ketika dilantik, dia mengucapkan sebuah sumpah yaitu Sumpah Palapa (Amukti Palapa), yang berarti bersumpah tidak bersenang-senang sebelum menaklukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Tribuwanatungadewi kemudian digantikan anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Pada masa Hayam Wuruk yang dibantu oleh Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Namun pada suatu waktu terjadi sebuah peristiwa yang mengakibatkan hubungan mereka menjadi renggang yaitu Peristiwa Bubat .
Sejak meninggalnya Gajah Mada, Hayam Wuruk tidak mampu lagi meneruskan “kemegahan” Majapahit, hingga nantinya wafat pada tahun 1389. Setelah mereka, tidak ada lagi pemimpin Majapahit yang mampu membesarkan Majapahit sehebat yang mereka lakukan. Hal ditambah juga dengan konflik di antara keluarga kerajaan yang berujung pada Perang Paregreg.Selain itu, kerajaan Demak Islam yang semakin berkembang sedikit banyaknya mendorong Majapahit ke ambang kehancurannya. Majapahit akhirnya runtuh pada tahun 1478 M dengan sangkakala “Sirna Hilang Kertaning Bumi”, dengan begitu berakhirlah riwayat kerajaan besar yang berusia kurang lebih 150 tahun tersebut.
Beberapa faktor penyebab runtuhnya Majapahit:
1. Perang saudara (Paregreg) antara keturunan Raja Majapahit.
2. Serangan Kerajaan Islam Demak.
3. Perang Bubat.
4. Banyak wilayah taklukan Majapahit yang melepaskan diri.
5. Berkembang pesatnya ajaran dan agama Islam.
6. Tidak ada pemimpin yang secakap Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
Keberadaan dan kisah kerajaan Majapahit dapat kita lihat dalam kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Kitab ini menceritakan silsilah raja-raja Majapahit, keadaan kota kerajaan, wilayah kerajaan Majapahit, negara-negara bawahan Majapahit, dsb.
KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
A. Samudera Pasai.
Kerajaan ini diperkirakan tumbuh pada kurun waktu 1270 dan 1275 (Abad ke XIII). Kerajaan ini merupakan kerajaan bercorak Islam karena itu pemimpinnya disebut Sultan (Raja).Merah Selu atau Malikush Saleh atau Malik Al Saleh (wafat 1297 M) merupakan Sultan pertama kerajaan ini. Lokasi yang dekat dengan Selat Malaka, membuat Pasai menjadi sebuah kerajaan maritim yang menggantungkan ekonominya pada perdagangan.
Portugis yang telah berhasil menguasai Malaka pada tahun 1511, berniat untuk memperluas daerah kekuasannya hingga ke pulau sumatera termasuk Pasai. Pasai akhirnya berhasil dikuasai oleh Portugis pada tahun 1521, sampai kemudian dikuasai Sultan Ali Mughayat Syah dari Kerajaan Aceh Darusallam.
B. Kerajaan Aceh Darusallam.
Seperti yang telah disinggung di atas, Pasai akhirnya berhasil diambil alih dari Portugis oleh kerajaan Aceh Darusallam, tepatnya pada tahun 1524. Selain menguasai Pasai, Sultan Ali Mughayat Syah juga berusaha untuk menyerang kapal-kapal Portugis di Malaka, sayangnya rencana penyerbuan Portugis pada tahun 1529 gagal dikarenakan wafatnya Sultan Mughayat Syah.
Kerajaan ini mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.Namun pada awal abad ke-19 (1800an) kerajaan ini semakin mengalami kemunduran karena ancaman Kolonialisme Belanda. Di samping itu,pengganti Iskandar Muda yaitu Iskandar Tani tidak memiliki wibawa dan pengaruh yang sama seperti yang dimiliki oleh mertuanya Iskandar Muda.
C. Kerajaan Demak.
Berdirinya kerajaan Islam Demak dilatarbelakangi oleh runtuhnya kerajaan Majapahit, dukungan para wali dan banyaknya adipati (penguasa) di daerah pesisir yang ingin melepaskan diri dari Majapahit.
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Berkembangnya ajaran Islam di Demak didorong oleh runtuhnya kerajaan Majapahit pada tahun 1478 M, dukungan dari keluarga kerajaan, peran besar wali songo dalam kegiatan dakwah dan pendirian pesantren-pesantren di wilayah Demak. Pada awalnya Demak merupakan sebuah kerajaan taklukan Majapahit. Menurut beberapa riwayat, pendiri Demak yaitu Raden Patah adalah putra dari seorang Raja Majapahit, Brawijaya dengan ibu dari Cina (Cempa). Beberapa hal yang patut dicatat dari seorang Raden Patah adalah keputusannya mengirim Dipati Unus atau Pangeran Sabrang Lor untuk menyerang Portugis di Malaka. Serangan yang dilakukan pada tahun 1513 ini bertujuan untuk melemahkan posisi Portugis yang sewaktu-waktu bisa melakukan penyerangan ke Jawa. Namun serangan ini gagal karena kurangnya persenjataan. Hingga kematiannya, Raden Patah belum berhasil mengganggu kekuatan Portugis yang semakin meluaskan pengaruhnya ke wilayah nusantara.
Setelah wafat, Patah digantikan oleh Dipati Unus. Dipati Unus kemudian digantikan oleh Trenggono. Pada zaman pemerintahan Trenggono, Demak mengalami masa kejayaan.
D. Mataram Islam.
Kerajaan ini didirikan oleh Sutawijaya (Panembahan Senopati). Dia mendirikan kerajaan Mataram yang berlokasi di Kota Gede (sebelah utara kota Jogjakarta sekarang).
Mataram mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Agung. Ketika Sultan Agung berkuasa, dia ingin mengusir VOC yang pada saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen karena merasa bahwa VOC telah banyak merugikan dan berniat menguasai wilayah-wilayah yang sebenarnya menjadi hak Mataram.
Akhirnya Sultan Agung melakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia, yang dipimpin oleh Tumenggung Baureksa.
Berikut faktor pendorong serangan ini :
A. Monopoli yang dilakukan oleh VOC.
B. VOC sering menghalang2i kapal Mataram yang berlayar ke Malaka.
C. VOC menolak mengakui kedaulatan Mataram
D. VOC menjadi ancaman bagi kerajaan2 di Pulau Jawa.
Perselisihan ini akhirnya berujung pada terjadinya perang antara Mataram dengan VOC.Sultan Agung mengirimkan 2 kali pasukan untuk menyerang VOC, yaitu pada tahun 1628 dan 1629, namun kedua penyerangan ini gagal karena kurangnya persenjataan, penyakit, medan yang terlalu sulit dan kurangnya persediaan bahan makanan.
Sepeninggalnya Sultan Agung, kerajaan Mataram mengalami kemunduran yang disebabkan oleh banyaknya pemberontakan serta adu domba VOC terhadap keluarga keraton, menyebabkan mundurnya Mataram, hingga ditandatanganinya Perjanjian Giyanti, tahun 1755 di mana Mataram harus dibagi menjadi 2 kerajaan yaitu Jogjakarta dan Surakarta. Tidak cukup sampai di situ melalui Perjanjian Salatiga, Jogjakarta dipecah lagi menjadi Paku Alaman dan Jogjakarta. Serta Surakarta menjadi Mangkunegaraan dan Surakarta. Akhirnya Mataram yang besar itu menyisakan 4 kerajaan yang terpecah yaitu Kesultanan Jogjakarta, Kasunanan Surakartam Mangkunegaraan dan Paku Alaman dengan raja masing-masing, Belanda berhasil memecah belah kerajaan Islam terbesar di Jawa tersebut.
SEJARAH EROPA
SEJARAH EROPA
Merkantilisme di Eropa
Merkantilisme adalah sebuah paham yang ditandai oleh adanya campur tangan pemerintah secara ketat dan menyeluruh dalam kehidupan perekonomian serta politik. Artinya pemerintah mempunyai peran ganda yaitu sebagai penguasa politik sekaligus penguasa ekonomi.
Tujuan dari Merkantilisme adalah agar perekonomian negara kuat serta unggul dalam persaingan dengan negara-negara lain.
Beberapa negara penganut Merkantilisme : Inggris, Prancis, Belanda, Jerman dll.
Bagaimana caranya mewujudkan Merkantilisme tersebut?
· Memperoleh kekayaan (terutama emas dan komoditas lain) sebanyak-banyaknya demi kepentingan negara.
· Meningkatkan aktivitas pertanian dan industri untuk sasaran ekspor.
· Meningkatkan Ekspor dan menekan impor sehingga neraca perdagangan positif.
· Proteksionisme (melakukan perlindungan terhadap produksi/ekonomi dalam negeri)
· Mencari negara-negara jajahan baru terutama yang memiliki kekayaan alam yang tinggi.
· Melaksanakan monopoli dalam perdagangan.
Dampak Merkantilisme bagi negara (kerajaan) di Eropa adalah adanya persaingan dan peperangan antarnegara untuk memperebutkan tanah-tanah jajahan seperti yang terjadi di Indonesia.
Renaisans/ Aufklarung/ Zaman Pencerahan.
Renaisans berasal dari kata renaitre artinya hidup kembali atau lahir kembali. Renaisans yang dimaksudkan di sini adalah kelahiran kembali nilai-nilai dasar budaya dan filsafat Yunani-Romawi klasik di eropa, setelah ribuan tahun terkungkung dalam kuasa gereja (abad pertengahan/Abad Kegelapan/DArk Ages).
Renaisans juga bisa diartikan sebagai zaman peralihan dari abad pertengahan (zaman kegelapan) menuju zaman modern. Abad pertengahan adalah zaman di mana gereja menguasai kesenian, pendidikan dan ilmu pengetahuan di kawasan eropa. Di bawah kekuasaan gereja ini, orang harus menerima apa yang dikatakan oleh kaum agamawan tanpa banyak bertanya. Semua ini berubah di zaman Renaisans/ Aufklarung, dominasi agama semakin surut, ilmu pengetahuan dan kesenian mulai berkembang, teknologi dikembangkan dan semakin maju, dan berkembangnya pemikiran yang realistis dan manusiawi. Beberapa tokoh yang berasal dari zaman Renaisans adalah Leonardo Da Vinci dan Rene Descartes. Mereka menjadi tokoh penting perkembangan kesenian dan ilmu pengetahuan pada zaman Renaisans.
Renaisans juga mendorong munculnya Humanisme yaitu gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengembalikan kedudukan manusia sesuai dengan kodratnya dan untuk menggali ilmu pengetahuan demi kepentingan hidup manusia. Intinya, manusia menjadi pusat dari kehidupan, bukan Tuhan seperti yang diajarkan oleh gereja.
Reformasi Gereja.
Gerakan ini merupakan sebuah gerakan yang diprakarsai oleh Martin Luther. Gerakan ini bertujuan untuk mengoreksi dan mereformasi penyimpangan-penyimpangan yang telah dilakukan oleh para biarawan dan biarawati Gereja Katolik Roma.
Apa saja penyimpangan-penyimpangan yang ingin dikoreksi oleh gerakan ini?
Kekuasaan Paus. sekitar abad 15-16 kekuasaan Paus cukup besar dan bersifat ganda, yaitu sebagai pemimpin agama sekaligus sebagai pemimpin negara.
Perpecahan dalam komunitas umat kristendikarenakan perbedaan pandangan dan pemahaman terhadap pokok-pokok ajaran agama.
Cara hidup pemimpin agama dan biarawan/biarawati yang meyimpang.Seperti misalnya banyak dari mereka yang berkecimpung di dunia usaha dan menomorduakan pelayanan terhadap masyarakat.
Penjualan surat penghapusan dosa (Indulgensia). Yaitu surat yang dikeluarkan pada zaman pemerintahan Paus Leo X. Surat ini diberikan kepada orang-orang yang baru bertobat (memeluk agama kristen) sebagai balasannya, mereka harus memberikan sumbangan sejumlah uang kepada gereja. Dengan menerima indulgensia ini, seseorang dianggap telah lepas dari siksa karena dosa-dosanya.
Karena pemikirannya ini, Martin Luther akhirnya dikucilkan oleh gereja dan dianggap murtad. namun di Jerman justru Luther mendapat banyak pengikut yang nantinya berkembang menjadi apa yang disebut sekarang sebagai Kristen Protestan atau Gereja Lutheran. Sementara itu gerakan protestan di Prancis dipimpin oleh John Calvin dan Zwingli di Swiss.
Revolusi Industri
Revolusi Industri adalah perubahan atau perombakan cara kerja yang radikal dari penggunaan tenaga manusia secara manual menjadi mesin secara mekanis.
Revolusi ini terjadi karena beberapa hal yaitu antara lain:
1. Faktor Politik: yaitu kemenangan bangsawan baru dalam Perang Mawar. Perang ini adalah perang antara kaum bangsawan kuno dengan bangsawan baru (petani kaya, pedagang sukses, tuan tanah dan pemilik modal, dan bangsawan rendah). Bangsawan baru ini lebih bersikap terbuka dan berpikiran maju, mereka juga lebih mengutamakan kemajuan ekonomi daripada kepentingan politik, semua ini sangat berbeda dengan kebiasaan para bangsawan kuno.
2. Faktor Sosial-Ekonomi yaitu:
· Revolusi Agraria, Revolusi ini adalah sebuah sistem di mana tanah-tanah yang sebelumnya digunakan untuk pertanian dialihfungsikan menjadi tanah peternakan. Peternakan ini digunakan sebagai cara untuk memenuhi permintaan wol (domba) yang pada saat itu memang sedang tinggi.
· Inggris kaya akan bahan industri seperti batubara, besi termasuk wol untuk industri tekstil.
· Modal cukup banyak.
3. Faktor Budaya.
a. Perkembangan ilmu pengetahuan ini pulalah yang mendorong lahirnya ilmuwan-ilmuwan semacam James Watt dan John Kay. Untuk menghargai jasa James Watt, nama belakangnya Watt digunakan sebagai nama satuan daya. Berikut ini beberapa nama tokoh-tokoh penemu teknologi di masa revolusi industri:
Nama Penemu
Teknologi temuannya
James Watt
John Kay
James Hargreaves
Graham Bell
Robert Fulton
Samuel Morse
Daimler
Mesin uap tahun 1796
Alat tenun yang bekerja secara otomotif tahun 1733
Alat pemintal/ Spinning Jenney tahun 1765
Pesawat telepon tahun 1872
Kapal perang pertama dengan mesin uap tahun 1814
Telegraf tahun 1832
Mobil tahun 1887
b. Bahkan Inggris memiliki sebuah lembaga ilmiah yg diberi nama Royal Society for Improving Natural Knowledge.
c. Akibatnya banyak tersedia tenaga ahli.
d. Tersedia banyak lahan yang diperuntukkan untuk Industri, yang nantinya berkembang menjadi kota-kota Industri seperti yang telah dijelaskan di atas.
Dampak Revolusi Industri di Inggris
a) Bidang sosial dan ekonomi:
· Barang melimpah dengan harga murah
· Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota)
· Menurunnya upah buruh
· Munculnya kelas borjuis (majikan) dan proletar (buruh)
· Berkembangnya perdagangan
· Lancarnya transportasi dengan pemenuan kereta api
b) Bidang politik:
· Revolusi Sosial: gerakankaum buruh yang ingin memperbaiki nasib dan berjuang untuk perbaikan gaji.
· Partai Puruh (Labour Party): wadah perjuangan politik bagi kaum buruh.
· Munculnya Imperialisme/Kolonialisme Inggris, Inggris melakukan ekspansi (perluasan wilayah) hingga ke wilayah Amerika Utara, India, dan Kanada. Perluasan daerah jajahan ini dimaksudkan untuk:
a. Mencari daerah pemasaran hasil-hasil barang industri di luar Eropa
b. Mencari penghasil bahan mentah untuk keperluan industri
c. Tempat penanaman modal asing (investasi)
d. Mendapatkan tenaga kerja yang murah dan tersedia
DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA
a. Indonesia menjadi daerah pemasaran
b. Indonesia menjadi penghasil bahan baku yang murah
c. Indonesia menjadi lahan penanaman modal asing
d. Masyarakat Indonesia mengenal teknologi untuk kelancaran industri kolonial
e. Indonesia menjadi daerah jajahan
REVOLUSI-REVOLUSI BESAR DI DUNIA
REVOLUSI PERANCIS
Sebelum terjadinya Revolusi Perancis, kehidupan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berbagai bidang kehidupan, seperti bidang politik, sosial, ekonomi, berlangsung dalam situasi yang kacau dan tidak adil. Hal-hal yang menjadi pendorong/ melatarbelakangi terjadinya Revolusi Perancis adalah:
1. Kekuasaan Raja yang absolut
Kekuasaan raja yang absolut/mutlak dan benar-benar diterapkan pada masa Louis XIII dan terus dipertahankan. Penggantinya Louis XIV juga mempertahankan sikap absolut tersebut bahkan mengikrarkan dirinya sebagai pengganti Tuhan di dunia (le Droit Devin) dan perpegang pada semboyan L’etat cest moi (Negara adalah saya). Keadaan ini terus dipertahankan hingga masa Louis XVI. Masa pemerintahan Louis XIV sampai Louis XVI disebut sebagai masa ancien regime (masa pemerintahan lama).
2. Kecemburuan sosial akibat ketimpangan ekonomi
Kekuasaan yang absolut menimbulkan pembagian struktur dalam masyarakat Perancis atas 3 golongan yaitu:
1) Golongan I, golongan bangsawan: terdiri atas pemilik tanah dan kerabat raja.
2) Golongan II, golongan gereja atau agamawan
3) Golongan III, golongan rakyat umum: terdiri atas kaum borjuis, pengrajin dan petani.
3. Keluarga kerajaan yang hidup mewah dan berfoya-foya
Raja dan keluarganya hidup boros dan mewah. Keuangan negara dihambur-hamburkan oleh para putri Raja. Bahkan permaisuri Louis XVI, yaitu Marie Antoinette terkenal dengan sebutan Madame Defisit.
4. Berkembangnya pemikiran baru
Para penulis dan filsuf Perancis abad ke-18 banyak menulis tentang kesalahan-kesalahan pemerintah lama, ketidakadilan sosial, dan parahnya kondisi keuangan negara. Berikut beberapa tokoh pembaru tersebut dan pemikirannya:
a. Montesquieu
Menurutnya, negara akan berjalan dengan baik jika kekuasaan negara dibagi menjadi 3 badan yang disebutTrias Politika yang memiliki kewenangan masing-masing, yaitu:
1. Legislatif: kekuasaan membuat Undang-Undang
2. Eksekutif: kekuasaan menjalankan Undang-Undang
3. Yudikatif: kekuasaan mengawasi dan mengadili pelanggaran Undang-Undang.
b. Voltaire
Voltaire menyerukan untuk tidak menjalankan segala peraturan raja Louis XVI yang tidak masuk akal. Dia juga mengkritik keburukan-keburukan kaum agamawan dan dominasi gereja.
c. Jean Jacques Rousseau (Bapak Demokrasi Modern)
Dalam bukunya Emile dan Du Contract Social dikatakan bahwa manusia mempunyai hak yang sama dan merdeka. Raja seharusnya menjalankan kekuasaan pemerintahan atas dasar kehendak rakyat.
Pengaruh/ dampak Revolusi Perancis
Semboyan Revolusi Perancis yang dikumandangkan oleh rakyat Perancis adalahFraternite (Persaudaraan), Liberty (Kebebasan), dan Egalite (Persamaan)memberi dampak yang luas pada dunia seperti dalam:
1. Bidang politik:
1) Paham liberal, demokrasi, dan kebebasan pribadi berkembang pesat.
2) Lahirnya negara-negara republik.
3) Munculnya aksi-aksi revolusioner menentang kekuasaan absolut.
2. Bidang ekonomi
1) Pajak feodal dihapus diganti pajak negara.
2) Perdagangan bebas lahir.
3) Penghapusan sistem monopoli.
3. Bidang sosial-ekonomi
a. Sistem feodalisme dihapus.
b. Susunan masyarakat tidak membedakan golongan.
c. Pemerataan pendidikan.
REVOLUSI AMERIKA
Revolusi Amerika (1776) timbul karena buruknya hubungan antara negara koloni dengan negara induk (negara Inggris) Beberapa faktor yang menjadi latar belakang terjadinya Revolusi Amerika:
1. Pertentangan antara negara koloni dan negara induk.
Menurut Inggris, kaum kolonis tidak berhak mempunyai pemerintahan sendiri karena peranan mereka hanya untuk kepentingan Inggris. Akibatnya negara koloni tidak memiliki perwakilan dalam parlemen Inggris.
2. Kebijakan negara Inggris di tanah koloni.
Inggris mengeluarkan beberapa peraturan pajak sehubungan dengan perekonomian di daerah koloni seperti:
a. Undang-Undang Mata Uang: mencegah uang kertas di daerah koloni menjadi alat pembayaran yang sah.
b. Undang-Undang Materai: para kolonis harus membayar materai atas semua surat kabar, lisensi, pamflet, perjanjian dagang, surat pinjaman, dan dokumen lainnya.
c. Undang-Undang Townshead: untuk membiayai pejabat-pejabat Inggris yang bertugas di Amerika.
d. Undang-Undang Paksaan.
3. Peristiwa the Boston Tea Party
Adanya banyak peraturan yang dikeluarkan negara Inggris tentu amat merugikan bagi kaum kolonis. Oleh karena itu, pada tahun 1765 para tokoh kaum kolonis mengeluarkan pernyataan bersama yang berbunyi No Taxation Without Representation (tidak akan membayar pajak jika mereka tidak mempunyai perwakilan di parlemen Inggris). Permusuhan Inggris dan kaum kolonis semakin meruncing, pada tanggal 6 Desember 1773, tiga kapal Inggris yang memuat teh untuk koloni-koloni berlabuh di Boston. Adanya pengiriman teh ini mengharuskan koloni Massachusetts membayar pajak kepada pemerintah Inggris. Kaum kolonis tidak mau menerimanya apalagi membayar pajaknya. Hingga pada suatu malam, segerombolan orang yang menyamar sebagai Suku Indian Mohawk menaiki kapal-kapal Inggris dan menceburkan semua muatan teh ke dalam laut di pelabuhan Boston. Peristiwa ini dikenal dengan The Boston Tea Party.
TERJADINYA REVOLUSI AMERIKA
Kasus The Boston Tea Party telah menimbulkan kemarahan kaum Inggris. Inggris segera menutup pelabuhan Boston sampai muatan tehnya selesai dibayarkan.
Sebagai balasan atas keangkuhan Inggris, pada 5 Spetember 1774 wakil-wakil koloni Amerika berkumpul di Philadelphia. Pertemuan yang dikenal dengan Kongres Kontinental I ini menghasilkan keputusan :
1. Koloni-koloni menentang Undang-Undang Paksaan pemerintahan Inggris.
2. Persatuan di antara koloni-koloni di Amerika Utara harus dibentuk.
Raja Inggris, George III sangat geram dengan tantangan kaum kolonis Amerika. Inggris mengutus Jenderal Thomas Gage untuk menangkap Samuel Adam dan kaum pejuang (kaum patriot) lainnya. Pada 18 April 1775 meledak tembak menembak di antara kedua belah pihak. Peristiwa ini awal dari perang kemerdekaan Amerika.
Setelah peristiwa tersebut, kongres Kontinental II dilaksanakan kembali di Philadelphia 10 Mei 1775 yang menghasilkan keputusan:
1. Kongres memutuskan untuk berperang melawan pihak Inggris.
2. Mengubah milisi kolonial menjadi tentara kontinental.
3. Menunjuk kolonel George Washington (kelak menjadi presiden Amerika pertama) sebagai pemimpin tertinggi tentara kontinental.
Selanjutnya, pada 11 Juni 1776 anggota Kongres Kontinental II menugaskan suatu komite untuk menyusun Deklarasi Kemerdekaan. Pada 4 Juli 1776 Kongres Kontinental mengesahkan Deklarasi Kemerdekaan Amerika (diabadikan sebagai Hari Kemerdekaan Amerika Serikat). Deklarasi Kemerdekaan tersebut mengungkapkan dua aspirasi penting dari rakyat koloni-koloni di Amerika Utara, yaitu masalah hak asasi manusia dan pemerintahan yang demokrasi.
Sedangkan perjuangan fisik dalam perang kemerdekaan Amerika, Amerika mendapat dukungan dari pasukan Perancis yang dipimpin oleh Lafayette. Melihat perjuangan kaum kolonis Amerika melawan pihak Inggris menyadarkan Lafayette (Perancis) untuk memperjuangkan negaranya dari absolutisme kerajaannya. Sepulangnya Lafayette dari Amerika, dia mengusulkan kepada Konstituante/ dewan di Perancis agar mengeluarkan pernyataan yang menyangkut hak-hak manusia seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Konstituante menanggapi positif dengan mengeluarkan Declaration des Droits de I’home et du Citoyen (Deklarasi Hak-hak Manusia dan Warga negara) pada tanggal 26 Agustus 1789.
REVOLUSI TIONGKOK
Munculnya Revolusi Tiongkok yang diprakarsai kaum cendekiawan bermula dari kekecewaan rakyat Tiongkok terhadap Dinasti Manchu yang lemah dan korup. Bukti kekecewaan rakyat Tiongkok adalah ketika Tiongkok mulai ditundukkan oleh bangsa asing. Inggrislah yang pertama membuka Tiongkok, menyelundupkan banyak candu ke Tiongkok. Penyebaran candu menyebabkan rakyat menjadi korban, sebaliknya Inggris mengeruk keuntungan besar. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Perang Candu (1839 – 1842).
Selain perang Candu, rakyat Tiongkok pun kecewa terhadap Dinasti Manchu yang mengalami kekalahan dalam perang Tiongkok – Jepang, yang menyebabkan Tiongkok kehilangan pelabuhan Port Arthur dan Taiwan (Formosa).
Kekalahan demi kekalahan diderita bangsa Tiongkok atas bangsa asing menyadarkan rakyat Tiongkok terutama para pemuda untuk bangkit dan menyelamatkan nasib bangsa dan negerinya. Salah satunya adalah dr. Sun Yat Sen. Sun Yat Sen dan kaum nasionalis lainnya berusaha menciptakan Tiongkok yang baru, modern, dan jaya. Untuk mencapai hal itu, Sun Yat Sen menganjurkan pelaksanaan asan San Min Chu I (Tiga Asas Kerakyatan), yang terdiri dari Nasionalisme, Demokrasi, dan Sosialisme.
REVOLUSI RUSIA
Revolusi Rusia adalah sebuah gerakan politik pada tahun 1917 untuk menggulingkan kekuasaan Tsar Nicholas II dan digantikan dengan kekuasaan baru berpaham komunis.
Sebab-sebab munculnya Revolusi Rusia:
1. Tsar Nicholas II tidak mau memberikan hak-hak politik bagi warga negaranya, tidak semua rakyat memiliki hak pilih. Duma (Dewan Rakyat) yang dibentuk Tsar tidak berjalan sesuai fungsinya.
2. Struktur pemerintahan Tsar amat buruk. Tsar memilih orang-orang yang dekat dengannya dan bukan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya (nepotisme).
3. Perbedaan strata sosial. Tsar dan kaum bangsawan hidup mewah, sebaliknya rakyat terutama kaum petani dan buruh makin miskin dan sengsara.
4. Kekalahan pasukan Rusia di daerah Tannenberg dan Danau Misuri.
5. Rakyat dimobilisasi untuk kebutuhan tentara perang.
Revolusi Rusia diawali dengan pemogokan umum di Petrograd tahun 1905. Di kota itu kaum buruh Rusia membentuk Dewan Buruh yang disebut Dewan Soviet. Kekuatan massa buruh itu berhasil memaksa Tsar untuk membentuk Dewan Rakyat yang disebut Duma yang berfungsi sebagai badan penasehat dan dipilih oleh rakyat.
REVOLUSI INDONESIA
Kronologi Revolusi Indonesia:
1. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Bangsa Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Kedatangan tentara Sekutu dan Belanda
Tentara Sekutu yang dikenal dengan AFNEI mendarat di Jakarta pada 29 September 1945 bersama dengan orang-orang pemerintahan sipil Belanda (NICA) yang akan berusaha menegakkan kembali kekuasaannya di Indonesia.
3. Perundingan Linggarjati
Isi perundingan:
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia (RI) atas wilayah Sumatera, Jawa dan Madura.
2. RI dan Belanda akan bekerja sama membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).
3. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya.
4. Agresi Militer Belanda I
Terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 dengan serangan yang diarahkan ke pulau Jawa dan Sumatera.
5. Perundingan Renville ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN)
Isi perundingan:
1. Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata.
2. Disetujuinya garis demarkasi/pembatas yang memisahkan daerah RI dengan daerah pendudukan Belanda.
3. TNI harus ditarik dari daerah-daerah wilayah pendudukan Belanda.
6. Agresi Militer Belanda II
Terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 dengan menyerang ibukota RI di Yogyakarta.
7. Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)
Dibentuk sebagai dampak Agresi Militer Belanda II. Penangkapan atas Presiden Soekarno, Wapres Moh.Hatta, dan beberapa pejabat lainnya membuat Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Bukit Tinggi, Sumatera Barat sebagai bentuk mempertahankan dan menegakkan pemerintahan RI.
8. Perundingan Roem Royen dengan penengah UNCI
Isi persetujuan:
1. Penghentian perang.
2. Kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta.
3. Belanda dan RI harus melaksanakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag.
9. Konferensi Meja Bundar (KMB)
Isi perundingan:
1. Belanda akan mengakui kedaulatan RIS pada akhir bulan Desember 1949.
2. Status Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.
3. Dibentuk Uni-Indonesia Belanda berdasarkan kerjasama sukarela dan sederajat.
4. RIS harus membayar semua hutang Belanda sejak tahun 1942.
5. Pasukan Belanda akan dipulangkan, KNIL dibubarkan, dan bekas anggota KNIL diperbolehkan menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).
10. Pengakuan kedaulatan RIS.
Penandatanganan Pengakuan Kedaulatan dilakukan bersamaan di dua tempat, di Indonesia dan di Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Sejak saat itu Indonesia menjadi negara merdeka, berdaulat, serta mendapatkan pengakuan de yure (secara hukum) dari dunia internasional.
Dampak Revolusi Indonesia:
1. Memperlihatkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaannya.
2. Bangsa Indonesia mendapat pengakuan de yure (kedaulatan penuh) bagi negerinya.
3. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat semakin tergembleng jiwa patriotismenya.
4. Menunjukkan kemampuan para tokoh Indonesia dalam berjuang secara diplomasi sehingga mendapat dukungan dari dunia internasional.
Mantullll pakkk hehe
BalasHapusHebatt pak kereenn
BalasHapusMantap pak, ilmu saya bertambah
BalasHapusSngat membantu pak
BalasHapusTeorinya sangat membantu pak
BalasHapus