> Untuk para pembaca saya ingin berbagi sedikit pengetahuan mengenai candi Panataran yang ada di Blitar Jawa timur. semoga bermanfaat bagi anda. Komplek candi Panataran mulai dibangun sekitar 700 tahu yang lalu. dalam prasasti tahun 1275 disebut bahwa, Raja kadiri, mendirikan candi di “PALAH” yaitu Panataran. Kemudian raja-raja Singosari dan Majapahit memperluas kompleks candi. candi Panataran merupakan candi terbesar di Jawa Timur saat ini yang sudah ditemukan. Pembanguan candi-candi banyak dilakuakan oleh pemerintahan Hayam Wuruk pada tahun pemerintahan 1350 sampai, raja yang sanganat terkenal pada masa pemeintahannya dikerajaan Majapahit.
A Fungsi Candi Candi Panataran berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa siwa yaitu dewa utama dalam agama hindu yang berada di Indonesia, sebagai pemujaan raja, sebagai tempat ziarah dan sebagai tempat pengajaran spiritual. Candi Panataran duluh dianggap sebagai tempat keramat dan suci. Nama asli candi Panataran adalah candi Palah sesuai dengan yang tertera di Prasasti Palah. dibangun pada tahun 1194 oleh Raja Crenga (Syerenggra) yang bergelar Sri Maharaja Sri sarweqwara Triwikramawartra crengalanca Digwijayotungadewa yang memerintah kerajaan Kediri anatara tahun 1190—1200. Candi Panataran adalah sebagai candi gunung untuk tempat upacara pemujaan agar dapat menetralisasi atau menghindar dari marah bahaya yang disebabkan oleh gunung Kelud yang sering meletus. Candi ini diusulkan dalam daftar kandidat UNESCO World Heritage Tentative List sejak 19 Oktober 1995 (http://lomba.kompaniasiana.caom/my-holiday/20011/01/07menyusuri-sejarah-dicandi-penataran/)
B. Susunan Bangunan Candi Letak candi Panataran berada didesa Panataran, kecamatan Ngegok, Daerah Tingkat II Kabupaten Blitar. Propinsi Jawa Timur. Jarak candi ini dengankota blitar kurang lebih sekitar 11 km. Terdapat dua arca rasaksa penjaga yaiu Dwarapala yang terdapat disebelah barat atau yang tepatnya berada di pintu masuk candi Panataran. Luas komplek percandian 80x60m yang terbagi dalam tiga halaman. Tata letak bangunan candi seluru komplek candi Panataran menyimbolkan urutan pemujaan dan penghormatan. Pada letak di candi Panataran ini semakin masuk kedalam bangunan inti maka tempat tersebut semakin suci. Pada letak di candi Panataran ini semakin masuk kedalam bangunan inti tempat tersebut semakin suci. Dalam komplek candi Panataran terdapat dan terbagi dalam tiga halaman. Pada halaman pertama yaitu terdapat teras yang disebut dengan “Pendopo Teras” yang terdapat di tengah halam pertama. Sebelum masu pda halamn per tama terdapat arca patung Dwarapala yaitu patung rasaksa penjaga pintu. Pada halam pertama juga terdapat Bale Agung dan Batur Pendopo (1375M) berhiaskan relief-relief Panji, si Tanjung, dan lain sebagainya. Pada halam kedua atau juga disebut halam tengah terdapat candi Naga. Candi Naga ini merupakan candi yang terpenting dalam komplek candi panataran. Diberi nama demikian, Karena pelilit atas tubuh candi dihiasi pahat ular besar melingkari disekelilingnya (Soetarno 1988:150). Pada halaman ketiga terdapat pendopo kecil dan Candi Induk. Fungsi pendopo kecil yaitu tempat untuk sesajen yag sebelumnya di persiapkan di Bale Agung dan Batur Pendopo. Dan Candi Indukmerupakan andi terbesardari candi yang ada dikomplek percandian di Panataran. PadaCandi Induk terdapat berbagi macam relief. Pada halaman belakang terdapat kolam yang juga disebut dengan petiran yang juga berhiaskan relif. Petiran padahalaman belakang ini merupakan simbol tempat amerta. Petiran ini menjadi tempat yang paling suci dari tempat lain dalam komplek Candi Panataran.
C. Saran Bagi anda yang ingin mengunjungi situs ini, saran saya apabila mengunjungi situs jangan sampai merusak contohnya mencorat-coret situs, merusak, dan lain-lain. Dan harus penuh kesadaran untuk ikut serta dalam melestarikannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar